Rabu, 15 Agustus 2012

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

Diposting oleh Ghina Mustika di 14.25 0 komentar
"Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal." Para sahabat lantas mengatakan, "Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a." Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata," Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian"." (HR. Ahmad)

Rabu, 25 Juli 2012

Rekor Muri untuk Alumni Terbanyak LP3I

Diposting oleh Ghina Mustika di 23.38 0 komentar



REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN -- Politeknik LP3I semakin membuktikan jati dirinya. Di usianya yang ke- 23 tahun, 95 persen lulusan LP3I Politeknik telah terserap di pasar kerja. Dengan tingginya angka kelulusan yang terserap di dunia kerja, LP3I bahkan mendapatkan pengakuan sebagai pelopor pendidikan dan penempatan kerja terbanyak di Indonesia. “Rekor Muri diterima LP3I tahun 2010, karena telah mampu menjadi kampus yang bisa menempatkan peserta didik di dunia kerja hingga mencapai angka 95 Persen,” ujar Zulkifli, Kepala Kampus LP3I SM Raja Medan.

Sementara untuk wilayah Medan, menurut Zul,  Politeknik LP3I Medan sedikitnya telah menamatkan lebih dari 25 ribu peserta didik selama 12 tahun LP3I hadir di Kota Medan . Bahkan sesuai angka kelulusan itu, lebih dari 90 persen telah terserap dalam dunia kerja di lebih dari 60 perusahaan baik BUMN maupun swasta yang ada di Kota Medan dan kota lainnya.

Tak hanya berfokus di bidang akademiknya saja, LP3I juga menyediakan sejumlah program dan kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan mengembangkan kreatifitas bagi para peserta didik.
Yang mana kegiatan tersebut adalah english club, komputer club, soft skill seperti pengembangan kepribadian, futsal, dan berbagai kegiatan lainnya. “Kegiatan itu sebahagian besar menjadi modal bagi para peserta didik untuk bisa bersaing di dunia kerja, salah satunya dengan menguasai bahasa inggris dan komputer,” ujar Indra.

Bahkan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kegiatan ekstrakurikuler, tak jarang LP3I mengirimkan peserta didiknya di berbagai even perlombaan yang diselenggarakan instansi perguruan tinggi maupun instansi lainnya. 

LP3I Serius Terapkan ICT di Semua Kampusnya

Diposting oleh Ghina Mustika di 23.34 0 komentar


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Penerapan Information Communication and Technology (ICT) yang tepat guna dalam dunia pendidikan diharapkan dapat membangun karakter bangsa. Selain itu, dengan informasi yang cukup diyakini menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan berdaya saing tinggi. “Penerapan ICT yang baik pada program pendidikan akan menciptakan tenaga kerja yang handal. Sebab, saat ini dunia kita adalah dunia informasi technology, siapa yang memiliki informasi paling up to date akan menjadi bangsa yang maju,” Kata Menteri dan Informatika (menkominfo) Tifatul Sembiring saat membuka rapat Kerja Lembaga Pendidikan dan Penngembangan Profesi Indonesia (LP3I) di Jakarta.

Tifatul menambahkan, saat ini masyarakat Indonesia, khususnya pelajar dan mahasiswa, harus tumbuh dengan pemahaman. Bukan dengan desas desus, pemahaman diperoleh dari informasi yang baik dan akurat. “Denga pemanfaatan ICT yang baik, tenaga kerja Indonesia di luar negri tidak akan lagi menjadi tenaga rendahan seperti buruh atau pembantu. Namun bisa menjadi tenaga professional dengan penghasilan yang besar,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Komisaris LP3I HM Syahrial Yusuf menambahkan, saat ini 1,4 juta sarjana lulusan perguruan tinggi menjadi pengangguran. Kita tidak ingin lulusan LP3I mengalami nasib serupa. Karenanya kita terus mengembangkan pendidikan siap kerja. Sehingga lulusan kita bisa di serap dunia kerja karena memiliki skill dan kemampuan yang di butuhkan perusahaan,” papar Syahrial.

President Direktur LP3I Isral Nurdin mengatakan, saat ini LP3I terus mengoptimalkan program ICT dengan membuka program yang ada kaitan dengan informasi dan teknologi, seperti teknik computer dan computer akuntansi. “Selain itu, kita juga melakukan kerja sama dengan pihak pihak yang berkompeten di bidangnya seperti Indosat dan Microsoft Campus agreement, sehingga lulusan kita tidak hanya pintar teori, tapi ahli dalam penerapannya,'' pungkasnya. (adv)

Permintaan Busana Muslim Naik 50 Persen

Diposting oleh Ghina Mustika di 23.10 0 komentar


REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN - Permintaan busana muslim dan kerudung di sejumlah pasar tradisional Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada sepekan terakhir ini mencapai sekitar 40--50 kodi, naik 50 persen dibanding hari sebelumnya sebanyak 20--25 kodi.
Uni Desi, pedagang busana muslim di Pasar Banjarsari Kota Pekalongan, Jumat (20/7), mengatakan bahwa meningkatnya permintaan busana muslim dan kerudung ini mengakibatkan harga kebutuhan sandang itu juga naik 20--30 persen.
"Meningkatnya permintaan warga terhadap busana muslim dan kerudung, biasa terjadi sepekan sebelum memasuki Ramadan. Akibat meningkatnya permintaan ini juga berdampak naiknya harga kebutuhan sandang tersebut," katanya.
Menurut dia, harga kerudung model segitiga payet semula Rp40 ribu per potong naik menjadi Rp70 ribu/ potong, kerudung koin Rp20 ribu naik Rp30 ribu/ potong, kerudung paris Rp7.500,00 naik Rp10 ribu/ potong, dan gamis "Syahrini" semula Rp75 ribu naik menjadi Rp100 ribu/ potong.
"Harga busana muslim akan ditawarkan bervariasi karena juga bergantung dari bahan pakaian itu dan modelnya," katanya.
Ia mengatakan bahwa untuk mendapatkan pasokan barang, para pedagang pakaian terpaksa sudah memesan pada pengusaha pakaian, sebulan sebelum Ramadan.
"Stok barang dari sentra pakaian memang terbatas sehingga kami pun menjual busana muslim dan kerudung dengan menaikkan harga 30 persen dari harga sebelumnya," katanya.a

Mereka Bicara Soal LP3I

Diposting oleh Ghina Mustika di 22.26 0 komentar


REPUBLIKA.CO.ID, Fokus SDM Segmen Menengah

PT. Pertamina Tongkang telah menggunakan tenaga Lp3I selama tahun 1995-1996 ketika peralihan penggunaan sistem computer dari lotus ke windows. Setelah itu, kami juga menggunakan tenaga LP3I dalam pembuatan pelaporan. 
Selain menggunakan tenaga lulusan LP3I, PT Pertamina tongkang juga membuka In House Trainning bagi karyawan pertamina di LP3I untuk berperan serta dalam peningkatan kualitas SDM
Kedepan kami berharap LP3I akan tetap fokus pada pengadaan tenaga kerja di segmen menengah, karena tenaga kerja di segmen menengah inilah yang lebih banyak dibutuhkan  dan dapat membantu operasional perusahaan.

Mulgan Rizal
Kepala Cabang Pertamina Tanjung Priok
PT. Pertamina Tongkang


Cukup Kompeten
Sejauh ini para lulusan LP3I cukup kompeten untuk menyesuaikan kinerja perusahaan. Dengan adanya kerjasama dan kemitraan perusahaan dengan LP3I, kami sangat terbantu. Sebagai contoh dalam pengentrian data perusahaan, sebagian besar karyawan kami menggunakan tenaga dari LP3I.
Bahkan sebagian dari mereka telah diangkat oleh perusahaan sebagai karyawan tetap perusahaan. Saat ini kami telah memperkerjakan tenaga IT dan akuntansi dari LP3I. Total karyawan dari LP3I kurang lebih 50 sampai 75 orang. Pesan kami sebagai mitrta perusahaan kepada LP3I agar kompetensi lebih dapat di tingkatkan. Terlebih pada motivasi dan semangat kerja para lulusan. Selain itu perlunya peningkatan soft skill lulusan.

Janette Purnomo
Manager HRD 
PT Arista Mitra Lestari

Sangat Mengenal Kebutuhan Konsumen
Sampai saat ini dunia pendidikan terlena dengan aktifitas pendidikan tanpa melihat kebutuhan pasar terhadap kualitas SDM. Namun, saya tidak melihat itu di LP3I. Lembaga ini harus menyadari sebagai produsen SDM.
Dengan begitu lembaga ini akan paham apa yang dibutuhkan konsumen dalam hal ini para dunia usaha dan industry. Dengan komunikasi yang intens itu maka LP3I dan dunia usaha dapat bersama sama meningkatkan kualitas lulusan sesuai kebutuhan konsumen. Pesan kami terhadap LP3I adalah terus bersinergi dalam peningkatan lulusan SDM. Karena dunia usaha dan pendidikan adalah dua hal yang saling membutuhkan.

Arifin Dimyati
Perwakilan Pimpinan 
PT. Bakrie & Brothers


Tingkatan Penguasaan Bahasa Asing
Hadirnya LP3I sebagai penyedia tenaga kerja di middle management sangat membantu. Kami sangat terbantu karena lulusan Lp3I dapat menyesuaikan kinerja perusahaan tanpa perlu pengarahan yang lebih banyak.
Saat ini pihak perusahaan telah memperkerjakan baik alumni maupun mahasiswa magang asal LP3I di berbagai bidang. Sebagian besar berada di keuangan , teknis oprasional dan di bagian customer service.
Menurut kami, ada beberapa hal yang perlu di tingkatkan LP3I terkait peningkatan kompetensi lulusannya. Yang perlu ditingkatkan adalah penguasaan bahasa asing, terutama bahasa inggris. Karena ini akan semakin membantu para lulusan LP3I dalam pengembangan karier ke depan.

Sumadi
Kepala Divisi HRD
PT Artha Telekomindo


Pengembangan Soft Skill
Dalam penyediaan SDM bagi perusahaan, LP3I sangat membantu. Bahkan beberapa bagian divisi di perusahaan telah merekrut mahasiswa LP3I yang sedang parktek kerja lapangan (PKL). Setelah mereka menyelesaikan PKL mereka bahkan kika ikutka mereka dalam seleksi perusahaan.
Sampai saat ini perusahaan telah merekrut 21 Orang  dari LP3I dan kebanyakan dari mereka menempati divisi IT, Marketing, Keuangan bahkan sampai ke SDM. Saat ini yang perlu ditingatkan oleh LP3I adalah pengembangan soft skill dan peningkatan kualitas lulusan yang lebih mengikuti kebutuhan di berbagai divisi perusahaan. 

Anung Haryanto
Kepala Divisi HR Operation
PT Multi Strada Arah Sarana Tbk.

Nasib Tempe di Negeri Sendiri

Diposting oleh Ghina Mustika di 22.21 0 komentar


TRIBUNNEWS,COM-JAKARTA—Sejak kemarin, Rabu (25/7/2012), tempe dan tahu, makanan tradisional Indonesia di wilayah Jabodetabek menghilang dari pasaran.
Rencananya, hingga tiga hari kedepan makanan yang hampir semua orang Indonesia mengenalnya ini akan tidak menjumpai di pasar-pasar.
Koperasi Perajin Tempe tahu Indonesia (KOPTTI) Jabodetabek serempak melakukan aksi mogok produksi mulai hari ini hingga 27 Juli mendatang.
Aksi ini diambil untuk menuntut keseriusan pemerintah menanggulangi gejolak harga bahan baku tempe, yakni kedelai yang meroket dari harga Rp 5.500 menjadi Rp 8.200 per kilogram kini.
Pangan lokal yang hak patennya dimiliki negara luar ini, ternyata sumber bahan bakunya, mayoritas berasal dari luar negeri. Bukan dipenuhi dari dalam negeri. Tidak lebih dari lebih dari 60 persen bahan bakunya, diimpor dari negera lain,  termasuk Amerika dan Cina.
"Indonesia 60 persen dari kebutuhan kedelai dari luar negeri,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi saat di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Bayu menjelaskan, Indonesia baru bisa menghasilkan 800.000 ton produksi kedelai dalam negeri. Itu berarti sekitar 1,2 juta ton kedelai masih diimpor.
Tingginya permintaan produk turunan kedelai ternyata tidak bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Setiap tahun tidak kurang dari 2,4 juta ton kedelai di konsumsi masyarakat.  Akibatnya, serbuan kedelai impor semakin deras membanjiri Indonesia.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, tahun ini Indonesia banyak impor kedelai dari lima negara. Pertama dari China sebanyak 281,8 ton kedelai dengan nilai US$ 279 ribu.
Kemudian, kedelai asal negara di Eropa Timur, Ukraina mencapai 738 ton dengan nilai US$ 370 ribu.Selanjutnya impor kedelai dari Kanada sebanyak 1.500 ton dengan nilai US$ 887,4 ribu. Dari Malayasia sebanyak 26 ribu ton kedelai dengan nilai US$ 20,8 juta. Serta dari Amerika Serikat sebanyak 721,1 ribu ton kedelai dengan nilai US$ 401,6 juta.
Bercermin pada janji pemerintah pada tahun 2008 lalu, ditargetkan 2014 Indonesia akan swasembada kedelai. Namun, atas target tersebut banyak pihak menilai hal itu tidak realistis dan sulit tercapai.
“Swasembada kedelai 2014. Tapi kita lihat tahun demi tahun tidak ada peningkatan produksi kedelai lolal. Pemerintah tidak memberikan instrumen dan insentif buat petani. Kalau melepas demikian saja kepada petani tanpa memberikan insentif, petani tidak bisa melakukan itu,” ungkap Ketua Koperasi Perajin Tempe tahu Indonesia (KOPTI) Jakarta SelatanSutaryo kepada Tribun, Jakarta, Selasa (24/7/2012).
Dirinya mempertanyakan, terkait aplikasi nyata dari janji swasembada kedelai yang pernah disampaikan pemerintah tersebut. Dalam rencana kerja Kementerian Pertanian (Kementan), untuk mencapai swasembada kedelai pada 2014, maka produksi harus mencapai 2,7 juta ton.
Namun, upaya swasembada ini masih terkendala masalah lahan. Saat ini Kementan sedang mengupayakan menambah lahan yang diinventarisasi oleh Badan Pertanahan Nasional.
Kementerian Pertanian dan BPN sepakat untuk meretribusi lahan untuk kebutuhan pertanian.Dalam satu bulan ke depan, Kementan bersama BPN akan mengkaji lahan mana yang bisa didistribusikan kepada petani.
Jika tak kunjung terealisasi, maka akan diterapkan pola inti-plasma. Menteri Pertanian, Suswono juga punya rencana lain. Untuk menggenjot produksi kedelai, maka akan dilakukan dengan sistem tumpang sari. Potensi penanaman sistem tumpang sari ini bisa setara perluasan lahan 200 ribu hektare.
Musim kemarau di anggap cocok untuk mulai menanam kedelai. Agar tidak bergantung pada penambahan lahan, Kementan akan mengupayakan peningkatan produktivitas dari 1,3 ton per hektare menjadi 1,54 ton per hektare.
Lalu pemberian bantuan benih unggul, meningkatkan penggunaan pupuk, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. "Dalam dua tahun masih memungkinkan untuk swasembada," katanya.

Ortu & Siswa Demo di Depok, Protes Penerimaan Siswa Jalur Jamkesda

Diposting oleh Ghina Mustika di 00.24 1 komentar
Depok Puluhan orangtua dan siswa di Depok, Jabar, berunjuk rasa ke balaikota. Mereka mengecam dihapuskannya penerimaan siswa baru melalui jalur Bina Lingkungan dan penerbitan aturan penerimaan siswa jalur Jamkesda.


Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Peduli Pendidikan Kota Depok itu membentangkan spanduk bertuliskan "Hapuskan Diskriminasi Pendidikan untuk Setiap Warga Negara", "Selamatkan Program Wajib Belajar 12 Tahun", dan lain-lain.


Massa merupakan perwakilan calon siswa SMA yang tidak diterima di SMA Negeri melalui jalur Bina Lingkungan. 


"Penerimaan siswa jalur Bina Lingkungan dihapus berdasar Peraturan Wali Kota Depok Nomor 19 tahun 2012. Kami akan menggugatnya," ujar Urip Santoso, Koordinator Lembaga Peduli Pendidikan
Kota Depok di Balai Kota, Jalan Raya Margonda, Rabu (18/7/2012).


Urip menambahkan, walikota malah menerbitkan peraturan penerimaan jalur Jamkesda. "Jamkesda ini adalah untuk pelayanan kesehatan, bukan pendidikan," tandas Urip.


Sementara itu, Erni (15), lulusan SMPN 11, Sukatani, Tapos, Kota Depok dengan NEM 32,85 mengaku tidak diterima di SMAN 4 berlokasi di dekat rumah, RW 7, Sidomukti, Cimanggis, Kota Depok. "Meski diterima di Jakarta Selatan, saya ingin sekolah dekat rumah saja," katanya.
 

Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting