MARGONDA, MONDE: Kendati baru bergulir dua pekan lagi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok sudah merilis jumlah peserta Ujian Nasional (UN) 2012 tingkat SMA/SMK/MA, kemarin.
Disdik menyebutkan, sebanyak 20.720 pelajar SMA/SMK/MA akan mengikuti UN yang dihelat selama tiga hari, yakni tanggal 16-19 April 2012. Peserta UN dinyatakan lulus jika Nilai Akhir (NA) di seluruh pelajaran sebesar 5,5 dan Nilai Akhir tiap mata pelajaran paling rendah 4,0.
Kepala Disdik Kota Depok, Asep Rahmat, memaparkan, ujian hari pertama pada Senin 16 April beragendakan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
“Sedangkan pada Selasa 17 April bidang studi yang diujikan adalah Bahasa Inggris pada jam pertama. Untuk jam kedua, mata pelajaran Fisika untuk program IPA, Ekonomi untuk program IPS dan Bahasa Asing untuk program Bahasa dan Tafsir untuk siswa MA,” kata Asep kepada Monde di ruangan kerjanya.
Dikatakan Asep, pada Rabu 18 April 2012 akan diujikan bidang studi Matematika. Sedangkan Kamis 19 April 2012 pada hari terakhir UN akan diujikan pada jam pertama yakni Kimia untuk program IPA, Sosiologi untuk program IPS, Antropologi untuk program Bahasa, dan Fiqih untuk siswa MA.
“Jam kedua UN masih di hari yang sama, akan diujikan mata pelajaran Biologi untuk program IPA, Geografi untuk program IPS, dan Sastra Indonesia untuk program Bahasa, dan Hadist untuk siswa MA,” katanya.
Siswa SMK hanya akan menempuh UN selama tiga hari. Mereka menghadapi UN Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Sedangkan untuk praktek atau uji kompetensi, telah dijalani siswa SMK sejak Maret lalu.
“Untuk kelulusan siswa, masih menggunakan formula yang tidak berbeda dengan tahun lalu, yakni 60% kelulusan ditentukan dari nilai UN dan 40% dari nilai Ujian Akhir Sekolah dan nilai rapor siswa selama menuntut ilmu tiga tahun di sekolah tersebut,” ujar Asep.
UN 2012 ini akan mendapat pengawasan dari Tim Pengawas Independen (TPI). Dahulu tim ini bernama Tim Pemantau Independen. Namun, kini, nama tersebut berubah seiring dengan perubahan kewenangan yang menyertai TPI.
Kini, TPI memiliki kewenangan untuk memegang kunci ruangan penyimpanan soal UN. TPI juga diizinkan memasuki ruangan ujian bila ada masalah yang ditemui dalam penyelenggaraan UN.
“Sekarang TPI mempunyai kewenangan dari mulai soal datang, menyusun tumpukan soal, mengunci, dan menyegel ruangan. TPI yang dulu tidak boleh memasuki ruang ujian, kini diizinkan masuk ke ruang ujian bila ada masalah,” papar Asep.
Untuk Kota Depok, TPI akan dilakukan oleh STKIP Ar-Rahmaniyah. Selain itu, TPI juga harus mengawal pengantaran lembar jawaban komputer ke Bandung, Jawa Barat. Dahulu, lembar jawaban komputer ini hanya diantarkan oleh pelaksana dinas pendidikan didampingi pihak kepolisian, namun, pada tahun ini berbeda.
Asep juga berharap agar petugas kepolisian yang menjaga pelaksaan UN di sekolah tidak mengenakan pakaian dinas. “Kalau bisa, petugas kepolisian berpakaian preman (bebas-red) saja, agar tidak membuat siswa ketakutan,” tutur Asep.
Sementara itu, untuk kesiapan UN, sejauh ini siswa SMA/SMK/MA di Kota Depok telah terlatih menghadapi UN dengan adanya try out yang telah dilakukan sebanyak enam kali. Try out tersebut dilakukan di tingkat sekolah, tingkat kota, tingkat provinsi, dan beberapa try out yang dilakukan oleh lembaga perguruan tinggi.
Ketua Panitia UN SMA/SMK/MA, Jumait, menegaskan, dari sejumlah try out tersebut, dua mata pelajaran masih belum cukup memuaskan.
Ia mengungkapkan, siswa SMA program IPA lemah di mata pelajaran Matematika, sedangkan siswa SMA program IPS, masih mengalami kendala pada mata pelajaran Ekonomi. “Masih perlu ditingkatkan untuk dua mata pelajaran tersebut. Sedangkan untuk pelajaran lainnya, sudah cukup bagus,” ungkap Jumait.(bhk)